Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sumber Aspal dan Jenis Aspal| Sipilgo

Sumber-Aspal-dan-Jenis-Aspal
Sumber Aspal dan Jenis Aspal

Halo Sobat Sipilgo!!! bagaimana kabar kalian hari ini? Saya doakan semoga kalian diberikan kekuatan sehat umur panjang, dimudahkan rejeki dan urusannya.
Amin allahumma amin.

Pada kesempatan kali ini sipilgo akan menyajikan artikel tentang Sumber Aspal dan Jenis Aspal. Apa pengertian dari aspal dan apa saja jenis atau macam aspal menurut sumbernya, silahkan simak artikel ini sampai akhir. 

Memuat…

Pengertian Aspal

Aspal atau bitumen adalah material yang berwarna hitam kecoklatan yang bersifat viskoelastis sehingga akan melunak dan mencair bila mendapat cukup pemanasan dan sebaliknya. Sifat viskoelastis inilah yang membuat aspal dapat menyelimuti dan menahan agregat tetap pada tempatnya selama proses produksi dan masa pelayanannya.  Pada dasarnya aspal terbuat dari suatu rantai hidrokarbon yang disebut bitumen, oleh sebab itu aspal sering disebut material berbituminous.

Jenis Aspal Berdasarkan Sumber Aspal

Berdasarkan sumbernya, Aspal di bagi menjadi 3 jenis yaitu :
1. Aspal Hasil Destilasi
2. Aspal Alam
3. Aspal Modifikasi

1. Aspal hasil destilasi

Minyak mentah disuling dengan cara destilasi, yaitu suatu proses dimana berbagai fraksi dipisahkan dari minyak mentah tersebut. Proses destilasi ini disertai oleh kenaikan temperatur pemanasan terhadap minyak mentah tersebut. Pada setiap temperatur tertentu dari proses destilasi akan dihasilkan produk-produk seperti bensin pelarut ringan, minyak tanah, solar dan aspal.

Aspal hasil destilasi ini diolah dengan metode dan temperatur tertentu sehingga menghasilkan 3 jenis aspal, diantaranya :
1. Aspal keras 
2. Aspal cair (cutback asphalt)
3. Aspal emulsi

Aspal keras

Pada proses destilasi fraksi ringan yang terkandung dalam minyak bumi akan dipisahkan dengan cara destilasi sederhana hingga menyisakan suatu residu yang dikenal dengan nama aspal keras. Dalam proses destilasi ini, aspal keras baru dihasilkan melalui proses destilasi hampa pada temperatur sekitar 480&degC. Temperatur ini bervariasi tergantung pada sumber minyak mentah yang disuling atau tingkat aspal keras yang akan dihasilkan.

Aspal cair (cutback asphalt)

Aspal cair dihasilkan dengan melarutkan aspal keras dengan bahan pelarut berbasis minyak. Aspal ini dapat juga dihasilkan secara langsung dari proses destilasi, dimana dalam proses ini fraksi minyak ringan yang terkandung dalam minyak mentah tidak seluruhnya dikeluarkan 

Berdasarkan hal ini, aspal cair dapat dibedakan dalam beberapa jenis, yaitu :
- Aspal cair cepat mantap (RC = rapid curing) adalah aspal cair yang bahan pelarutnya cepat menguap. Pelarut yang digunakan pada aspal jenis ini biasanya bensin.

- Aspal cair mantap sedang (MC = medium curing)
adalah aspal cair yang bahan pelarutnya tidak begitu cepat menguap. Pelarut yang digunakan pada aspal jenis ini biasanya minyak tanah.
 
- Aspal cair lambat mantap (SC = slow curing) adalah aspal cair yang bahan pelarutnya lambat menguap. Pelarut yang digunakan pada aspal jenis ini biasanya solar.

Aspal emulsi

Aspal emulsi dihasilkan melalui proses pengemulsian aspal keras. Pada proses ini, partikel-partikel aspal keras dipisahkan dan didispersikan dalam air yang  mengandung emulsifier (emulgator). Partikel aspal yang terdispersi ini berukuran sangat kecil bahkan sebagian besar berukuran koloid.  

Jenis emulsifier yang digunakan sangat mempengaruhi jenis dan kecepatan pengikatan aspal emulsi yang dihasilkan. Berdasarkan muatan listrik zat  pengemulsi yang digunakan, aspal emulsi yang dihasilkan dapat dibedakan menjadi :
- Aspal emulsi anionik adalah aspal emulsi yang berion negatif.
- Aspal emulsi kationik adalah aspal emulsi yang berion positif.
- Aspal emulsi non-ionik adalah aspal emulsi yang tidak berion (netral).

2. Aspal alam

Aspal alam adalah aspal yang secara alamiah terjadi di alam.  Berdasarkan depositnya aspal alam ini dikelompokan ke dalam 2 kelompok, yaitu : 
- Aspal Danau (Lake Asphalt) 
- Aspal Batu (Rock Asphalt)

Aspal Danau (Lake Asphalt)

Aspal ini secara alamiah terdapat di danau Trinidad, Venezuella dan Lawele. Aspal ini terdiri dari bitumen, mineral dan bahan organik lainnya. Angka penetrasi dari aspal ini sangat rendah dan titik lembeknya sangat tinggi. Karena aspal ini sangat keras, dalam pemakaiannya aspal ini dicampur dengan aspal keras yang mempunyai angka penetrasi yang tinggi dengan perbandingan tertentu sehingga dihasilkan aspal dengan angka penetrasi yang diinginkan.

Aspal Batu (Rock Asphalt)

Aspal batu Kentucky dan Buton adalah aspal yang secara alamiah terdeposit di daerah Kentucky, USA dan di pulau Buton, Indonesia. Aspal dari deposit ini terbentuk dalam celah-celah batuan kapur dan batuan pasir. Untuk pemakaiannya, deposit ini harus ditambang terlebih dahulu, lalu aspalnya diekstraksi dan dicampur dengan minyak pelunak atau aspal keras dengan angka penetrasi yang lebih tinggi agar didapat suatu campuran aspal yang memiliki angka penetrasi sesuai dengan yang diinginkan.

3. Aspal modifikasi

Aspal modifikasi dibuat dengan mencampur aspal keras dengan suatu bahan tambah. Polymer adalah jenis bahan tambah yang banyak digunakan saat ini, sehingga aspal modifikasi sering disebut juga sebagai aspal polymer.

Berdasarkan sifatnya ada dua jenis bahan polymer yang biasanya digunakan yaitu:
- Polymer elastomer
- Polymer plastomer

Polymer elastomer

Penambahan polymer elastomer pada aspal keras dimaksudkan untuk meningkatkan sifat rheologi aspal, antara lain penetrasi, kekentalan, titik lembek dan elastisitas aspal keras. Campuran beraspal yang dibuat dengan aspal polymer elastomer  akan memiliki  tingkat elastisitas yang lebih tinggi dari campuran beraspal yang dibuat dengan aspal keras.

Polymer plastomer

Penambahan bahan polymer plastomer pada aspal keras juga dimaksudkan untuk meningkatkan sifat rheologi baik pada aspal keras dan sifat fisik campuran beraspal. Jenis polymer plastomer yang telah banyak digunakan antara lain adalah EVA (Ethylene Vinyl Acetate), polypropilene dan polyethilene.

Kesimpulan

Aspal merupakan suatu produk berbasis minyak yang merupakan turunan dari proses penyulingan minyak bumi, dan dikenal dengan nama aspal keras. Selain itu, aspal juga terdapat di alam secara alamiah, aspal ini disebut aspal alam. Aspal modifikasi saat ini juga telah dikenal luas. Aspal ini dibuat dengan menambahkan bahan tambah ke dalam aspal yang bertujuan untuk memperbaiki atau memodifikasi sifat rheologinya sehingga menghasilkan jenis aspal baru yang disebut aspal modifikasi.

Apabila sobat Sipilgo ingin mengikuti atau berlangganan artikel dari kami silahkan mengunjungi di :

Telegram Instagram Youtube Facebook

Sekian artikel yang berisi tentang Sumber Aspal dan Jenis Aspal, semoga bisa bermanfaat. Jangan lupa untuk selalu berbagi satu kebaikan dengan cara share atau bagikan artikel ini ke teman-teman di sosial media, terimakasih.

Post a Comment for "Sumber Aspal dan Jenis Aspal| Sipilgo"