Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Klasifikasi, Jenis dan Sifat Agregat| Sipilgo

Klasifikasi-Jenis-dan-Sifat-Agregat
Klasifikasi, Jenis dan Sifat Agregat

Halo Sobat Sipilgo!!! bagaimana kabar kalian hari ini? Saya doakan semoga kalian diberikan kekuatan sehat umur panjang, dimudahkan rejeki dan urusannya.
Amin allahumma amin. 

Pada kesempatan kali ini sipilgo akan menyajikan artikel tentang Klasifikasi Jenis dan Sifat Agregat. Apa yang dimaksud klasifikasi aspal dan bagaimana sifat-sifat aspal, silahkan simak artikel ini sampai akhir.  

Memuat…

Pengertian Agregat

Agregat atau batu atau granular material adalah material berbutir yang keras dan kompak. Agregat mempunyai peranan yang sangat penting dalam prasarana transportasi, khususnya dalam hal ini pada perkerasan jalan. Daya dukung pada perkerasan jalan ditentukan sebagian besar oleh karakteristik agregat yang akan digunakan. Pemilihan agregat yang tepat dan memenuhi persyaratan akan sangat menentukan dalam keberhasilan pembangunan atau pemeliharaan jalan.

Klasifikasi Batuan

Secara umum, batuan induk dibagi menjadi 3 jenis, yaitu :
1. Batuan Beku
2. Batuan Sedimentasi
3. Batuan Metamorpik 

1. Batuan Beku

Batuan beku dalam terbentuk dari magma yang terjebak dalam patahan kulit bumi dan kemudian mendingin dan membeku membentuk suatu struktur kristal. Oleh sebab itu batuan jenis ini banyak dijumpai dalam bentuk dan penampakan kristalin. Contoh dari batuan ini adalah granit, diorit dan gabro.

Batuan beku luar terbentuk dari magma yang keluar ke permukaan bumi selama aktivitas erupsi vulkanis dan aktivitas geologi lainnya. Karena berada di daerah terbuka, maka magma ini cepat mendingin dan membentuk struktur penampakan batuan seperti kaca, contohnya kaolit, andesit, obsidian, batu apung dan basal.

Batuan beku dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :
a. Batuan beku dalam
b. Batuan beku luar

2. Batuan Sedimen

Batuan ini terbentuk dari endapan sedimen (partikel halus) dalam air. Batuan sedimen ini dapat berupa butiran atau fragmen mineral (contohnya pasir ataupun pasir kelempungan), bekas jasad binatang (contohnya batuan kapur), bekas tanaman (contohnya batu bara). Batuan sedimen dapat juga terbentuk dari produk akhir hasil reaksi kimia atau penguapan (contohnya garam dan gipsum) atau kombinasi dari jenis material ini.

Berdasarkan cara terbentuknya batuan sedimen  dapat dibagi 3, yaitu :
a. Batuan sedimen yang terbentuk secara mekanik, seperti konglomerat, breksi, batu pasir, batu lempung. Batuan ini termasuk batuan sedimen silika.
b. Batuan sedimen yang terbentuk secara kimiawi, seperti batu gamping, garam dan gipsum.
c. Batuan sedimen yang terbentuk secara organis, seperti batu bara, batu gamping dan opal.

3. Batuan Metamorpik atau Malihan

Batuan metamorpik atau dikenal juga dengan nama batuan malihan berasal dari batuan sedimen atau batuan beku yang telah mengalami perubahan karena tekanan dan panas yang intensif di dalam bumi atau akibat reaksi kimia yang kuat. Batuan metamorpik yang memiliki jenis struktur seperti ini disebut batuan berlapis (berfoliasi).

Jenis Jenis Agregat

Batuan atau agregat untuk campuran beraspal umumnya diklasifikasikan berdasarkan sumbernya, seperti :
1. Agregat alam
2. Agregat hasil pemrosesan
3. Agregat buatan atau agregat artifisial.

1. Agregat Alam (natural aggregates)

Agregat alam adalah agregat yang digunakan dalam bentuk alamiahnya dengan sedikit atau tanpa pemrosesan sama sekali. Agregat ini terbentuk dari proses erosi alamiah atau proses pemisahan akibat angin, air, pergeseran es, dan reaksi kimia. 

Dua jenis utama dari agregat alam yang digunakan untuk konstruksi jalan adalah pasir dan kerikil. Material yang diambil dari tambang terbuka (open pit) dan digunakan tanpa proses lebih lanjut disebut material dari tambang terbuka (pit run materials) dan bila diambil dari sungai (steam bank) disebut material sungai (steam bank materials). Pasir sungai sering mengandung koral, lempung dan lanau dalam jumlah yang lebih banyak.

2. Agregat Hasil Pemrosesan

Agregat hasil pemrosesan adalah batuan yang telah dipecah dan disaring sebelum digunakan.
Pemecahan agregat dilakukan karena memiliki beberapa tujuan, yaitu:
- Untuk merubah tekstur permukaan partikel dari licin ke kasar.
- Untuk merubah bentuk partikel dari bulat ke angular.
- Untuk mengurangi serta meningkatkan distribusi dan rentang ukuran partikel. 

Untuk batuan krakal yang besar, tujuan pemecahan batuan krakal ini adalah untuk mendapatkan ukuran batu yang dapat dipakai, selain itu juga untuk merubah bentuk dan teksturnya.

3. Agregat Buatan atau Agregat Artifisial

Agregat ini didapatkan dari proses kimia atau fisika dari beberapa material sehingga menghasilkan suatu material baru yang sifatnya menyerupai agregat. Beberapa jenis dari agregat ini merupakan hasil sampingan dari proses industri dan dari proses material yang sengaja diproses agar dapat digunakan sebagai agregat atau sebagai mineral pengisi (filler).

Slag adalah contoh agregat  yang didapat sebagai  hasil sampingan produksi. Batuan ini adalah substansi nonmetalik yang timbul ke permukaan dari pencairan atau peleburan biji besi selama proses peleburan. Pada saat menarik besi dari cetakan, slag ini akan pecah menjadi partikel yang lebih kecil baik melalui perendaman ataupun memecahkanya setelah dingin.

Sifat-Sifat Fisik Agregat 

Pada campuran beraspal, agregat memberikan kontribusi sampai 90-95% terhadap berat campuran, sehingga sifat-sifat agregat merupakan salah satu faktor penentu dari kinerja campuran tersebut. 

Kriteria agregat yang baik memiliki sifat sifat sebagai berikut ini:
a. Ukuran butir
b. Gradasi
c. Kebersihan
d. Kekerasan
e. Bentuk partikel
f. Tekstur permukaan
g. Penyerapan
h. Kelekatan terhadap aspal

Kesimpulan

Agregat mempunyai peranan yang sangat penting dalam prasarana transportasi, khususnya dalam hal perkerasan jalan. Daya dukung perkerasan jalan ditentukan sebagian besar oleh karakteristik agregat yang digunakan. Oleh karena itu sifat-sifat agregat merupakan salah satu faktor penentu dari kinerja campuran tersebut.

Apabila sobat Sipilgo ingin mengikuti atau berlangganan artikel dari kami silahkan mengunjungi di :

Telegram Instagram Youtube Facebook

Sekian artikel yang berisi tentang Klasifikasi Jenis dan Sifat Agregat, semoga bisa bermanfaat. Jangan lupa untuk selalu berbagi satu kebaikan dengan cara share atau bagikan artikel ini ke teman-teman di sosial media, terimakasih.

Post a Comment for "Klasifikasi, Jenis dan Sifat Agregat| Sipilgo"