Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tahapan Perencanaan Jalan Bina Marga

Tahapan perencanaan jalan merupakan langkah-langkah yang ditempuh untuk merencanakan jalan sebelum dilakukan pelaksanaan pekerjaan jalan.

Tahapan ini merupakan merupakan acuan untuk menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan Pekerjaan Perencanaan Detail Ebgineering Desain (DED) Jalan sehingga diharapkan seluruh aspek pekerjaan dapat dilakukan seoptimal mungkin secara lebih efisien dan efektif.

Urutan Tahapan Perencanaan Jalan

Secara urutan tahapan perencanaan jalan penyusunan rencana teknis dapat dikelompokan menjadi 3 (tiga) tahapan kegiatan utama sebagai berikut :
1. Tahap Pendahuluan
a. Persiapan
b. Survey Pendahuluan

2. Tahap Antara
a. Survey Detail
b. Penyusunan Konsep Perencanaan
c. Penyusunan Pra-Rancangan

3. Tahap Akhir
a. Analisis
b. Penyiapan Gambar Rencana dan Spesifikasi Teknis
c. Perhitungan Kuantitas dan Analisa Harga Satuan
d. Penyiapan Dokumen Lelang dan Laporan

Tahap Pendahuluan Perencanaan Jalan

Tahap Persiapan Perencanaan Jalan

Di dalam tahap persiapan ini dilakukan beberapa kegiatan sebagai awal (inisiasi) dari seluruh rangkaian kegiatan yang direncanakan. Hasil tahap persiapan ini akan sangat mempengaruhi proses yang dilakukan dalam tahap selanjutnya.
Secara umum kegiatan utama di dalam tahap persiapan ini, yakni :
a. Mobilisasi
b. Koordinasi dan Konfirmasi
c. Persiapan data-data sekunder

Survey Pendahuluan Perencanaan Jalan

Survey pendahuluan merupakan lanjutan dari hasil persiapan desain yang sudah disetujui sebagai panduan pelaksanaan survey dilapangan yang meliputi kegiatan :
a.Studi literatur
b. Pengumpulan Informasi
c. Koordinasi dengan Instansi terkait
d. Diskusi perencanaan lapangan
e. Mengidentifikasi kondisi perkerasan
f. Mengidentifikasi Ruang Milik Jalan
g. Mengidentifikasi lokasi-lokasi yang memerlukan penanganan khusus

Tahap Antara Perencanaan Jalan

Survey Detail Perencanaan Jalan

Untuk mengetahui secara rinci semua asumsi yang digunakan dalam tahap perencanaan serta mendapat parameter penting bagi perencana, diperlukan serangkaian studi detail pengumpulan data sebagai berikut:
a. Survey Inventarisasi Kondisi Eksisting
Tujuan dan kegiatan ini adalah untuk mendapatkan data secara umum mengenai kondisi eksisting. Pemeriksaan akan dilakukan dengan mencatat kondisi setiap interval 200 m.

b. Survey Topografi
Pengukuran topografi ini bertujuan untuk mengumpulkan data koordinat dan ketinggian permukaan tanah sepanjang rencana trase jalan di dalam koridor yang ditetapkan. Tata cara usaha pengukuran topografi menggunakan buku panduan dari Direktorat Jenderal bina Marga yang berlaku.

c. Survey Lalu Lintas
Tujuan Survey lalu lintas adalah untuk mengetahui kondisi lalu lintas, kecepatan kendaraan rata-rata, menginventaris jalan yang ada, serta menginventarisasi jumlah setiap jenis kendaraan yang melewati ruas jalan tertentu dalam satuan waktu, sehingga dapat dihitung lalu lintas harian rata-rata sebagai dasar perencanaan jalan rencana.

d. Survey Perkerasan Jalan
Tujuan dari survey perkerasan jalan ini adalah untuk mengetahui nilai struktural yang sudah ada. Untuk perkerasan jalan aspal yang masih utuh, pengukuran nilai sisa perkerasan dilakukan dengan mengukur lendutan balik dengan alat Benkelmen Beam. Untuk jalan perkerasan aspal yang sudah rusak atau jalan kerikil/tanah, nilai struktural didapat dengan mengukur CBR tanah dasar dengan DCP test.

e. Survey Geoteknik, Material dan Tanah
Tujuan penyelidikan geologi dan geoteknik dalam pekerjaan ini adalah untuk melakukan pemetaan penyebaran tanah/batuan dasar termasuk kisaran tebal tanah pelapukan, memberikan informasi mengenai stabilitas tanah,  menentukan jenis dan karakteristik tanah untuk keperluan bahan jalan dan struktur, serta mengidentifikasi lokasi sumber bahan termasuk perkiraan kuantitasnya.

Perencanaan Teknis

a. Perencanaan Geometrik
Perencanaan geometrik jalan adalah perencanaan rute dari suatu ruas jalan secara lengkap, meliputi beberapa elemen yang disesuaikan dengan kelengkapan dan data dasar yang ada atau dari hasil survey lapangan dan telah dianalisis, serta mengacu pada ketentuan yang berlaku.

b. Perencanaan Teknis Perkerasan Jalan
Perencanaan Perkerasan pada jalan berupa hasil dari Perhitungan Perkerasan Lentur yang sesuai dengan Petunjuk Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya dengan Manual Desain Perkerasan MDP 2017.

c. Perencanaan Teknis Drainase
Saluran drainase pada pekerjaan ini berfungsi untuk mengendalikan limpasan air dari jalan dan sekitarnya agar tidak terjadi limpasan dan genangan air.

d. Perencanaan Bangunan Pelengkap dan Pengaman Jalan
Tujuan dari perencanaan fasilitas jalan adalah untuk mengarahkan dan mengatur lalu lintas guna kenyamanan dan keamanan pengguna jalan.

Perhitungan Volume Dan Analisa Harga Satuan

Perhitungan kuantitas dapat dibagi menjadi 3 (tiga) tahap secara terpisah, yaitu:
a. Trase jalan
b. Struktur perkerasan jalan.
c. Bangunan pelengkap dan jalan.

Pelaporan

Setiap isi laporan harus jelas dan dapat dibaca serta disusun dalam bahasa Indonesia dengan tata bahasa yang baik dan benar. Laporan terdiri dari :
a. Laporan Program Mutu
b. Rancangan Konseptual SMKK
c. Laporan Pendahuluan
d. Laporan Bulanan
e. Laporan Antara
f. Laporan Draft Akhir
g. Laporan Akhir

Apabila sobat Sipilgo ingin mengikuti atau berlangganan artikel dari kami silahkan mengunjungi di :

 Instagram  Youtube
 Telegram

Kesimpulan

Tahapan Perencanaan Jalan bertujuan untuk menghasilkan perencanaan teknis jalan yang berwawasan lingkungan, serta dokumen pelelangan, sesuai dengan rencana menggunakan standar prosedur yang berlaku guna tercapainya mutu pekerjaan perencanaan, tercapainya penyelesaian penanganan masalah-masalah yang sifatnya khusus serta memenuhi tingkat perekonomian yang tinggi sehingga tingkat pelayanan jalan yang diinginkan selama ini dapat tercapai.

Post a Comment for "Tahapan Perencanaan Jalan Bina Marga"