Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Uji Keausan Agregat Dengan Mesin Abrasi Los Angeles

SNI 15-0129-2004 Semen Portland Putih

Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang “Cara uji keausan agregat dengan mesin abrasi Los Angeles” adalah revisi dari SNI 03-2417-1991, Metode pengujian keausan agregat dengan mesin abrasi Los Angeles.

Uji-Keausan-Agregat-Dengan-Mesin-Abrasi-Los-Angeles
Uji Keausan Agregat Dengan Mesin Abrasi Los Angeles

SNI 2417:2008 Cara Uji Keausan Agregat Dengan Mesin Abrasi Los Angeles
No. Urut
: 6
Bahasa : Bahasa Indonesia
Halaman : 15 Halaman
Format : Pdf
Sumber : Badan Standarisasi Nasional
Nomor : SNI 2417:2008
Sifat : GRATIS
 
Memuat…

Abstrak

Cara uji ini sebagai pegangan untuk menentukan ketahanan agregat kasar terhadap keausan dengan menggunakan mesin abrasi Los Angeles. Tujuannya untuk mengetahui angka keausan yang dinyatakan dengan perbandingan antara berat bahan aus terhadap berat semula dalam persen

Hasilnya dapat digunakan dalam perencanaan dan pelaksanaan bahan perkerasan jalan atau konstruksi beton

Peralatan yang digunakan adalah mesin abrasi Los Angeles, saringan No.12, timbangan, bola-bola baja, oven, alat bantu pan dan kuas

Cara ujinya adalah masukkan benda uji yang telah disiapkan ke dalam mesin abrasi, putar mesin kecepatan 30 rpm sampai 33 rpm dengan jumlah putaran untuk masing-masing gradasi berbeda, keluarkan benda uji kemudian saring, butiran yang tertahan dicuci dan dikeringkan dalam oven sampai berat tetap

Ruang Lingkup

Metode pengujian ini meliputi prosedur untuk pengujian keausan agregat kasar dengan ukuran 75 mm (3 inci) sampai dengan ukuran 2,36 mm (saringan No.8) dengan menggunakan mesin abrasi Los Angeles

Acuan Normatif

SNI 03-1968-1990, Metode pengujian tentang analisis saringan agregat halus dan kasar
SNI 03-6865-2002, Tata cara pelaksanaan program uji antar laboratorium untuk penentuan presisi metode uji bahan konstruksi
SNI 03-6889-2002, Tata cara pengambilan contoh agregat
SNI 13-6717-2002, Tata cara penyiapan benda uji dari contoh agregat
ASTM C 125, Terminology relating to concrete and concrete aggregate
ASTM C 131-01 atau AASHTO T 96-02, Standard Test Method for Resistance to Degradation of Small-Size Coarse Aggregate by Abrasion and Impact in the Los Angeles Machine
ASTM C 535-96, Standard Test Method For Resistance to Degradation of Large Size Coarse Aggregate by Abrasion and Impact in the Los Angeles Machine

Istilah dan Definisi

Bola baja adalah besi bulat dan masif dengan ukuran dan berat tertentu yang digunakan sebagai beban untuk menggerus agregat pada mesin abrasi

Gradasi A adalah material agregat kasar dari ukuran butir maksimum 37,5 mm (1½ inci) sampai dengan agregat ukuran butir 9,5 mm 

Gradasi B adalah material agregat kasar dari ukuran butir maksimum 19,0 mm (3/4 inci) sampai dengan agregat ukuran butir 9,5 mm

Gradasi C adalah material agregat kasar dari ukuran butir maksimum 9,5 mm (3/8 inci) sampai dengan agregat ukuran butir

Gradasi D adalah material agregat kasar dari ukuran butir maksimum 4,75 mm (saringan No.4) sampai dengan agregat ukuran butir 2,36 mm (saringan No.8) 

Gradasi E adalah material agregat kasar dari ukuran butir maksimum 75 mm (3 inci) sampai dengan agregat ukuran butir 37,5 mm

Gradasi F adalah material agregat kasar dari ukuran butir maksimum 50 mm (2,0 inci) sampai dengan agregat ukuran butir 25,0 mm 

Gradasi G adalah material agregat kasar dari ukuran butir maksimum 37,5 mm (1½ inci) sampai dengan agregat ukuran butir 19,0 mm

Keausan adalah perbandingan antara berat bahan yang hilang atau tergerus (akibat benturan bola-bola baja) terhadap berat bahan awal (semula) 

Mesin abrasi Los Angeles adalah alat simulasi keausan dengan bentuk dan ukuran tertentu terbuat dari pelat baja berputar dengan kecepatan tertentu

Peralatan

Peralatan untuk pelaksanaan pengujian adalah sebagai berikut:
a. mesin abrasi Los Angeles (Lampiran A);
Mesin terdiri dari silinder baja tertutup pada kedua sisinya dengan diameter dalam 711 mm (28 inci) panjang dalam 508 mm (20 inci); silinder bertumpu pada dua poros pendek yang tak menerus dan berputar pada poros mendatar; silinder berlubang untuk memasukkan benda uji; penutup lubang terpasang rapat sehingga permukaan dalam silinder tidak terganggu; di bagian dalam silinder terdapat bilah baja melintang penuh setinggi 89 mm (3,5 inci);
b. saringan No.12 (1,70 mm) dan saringan-saringan lainnya;
c. timbangan, dengan ketelitian 0,1% terhadap berat contoh atau 5 gram;
d. bola-bola baja dengan diameter rata-rata 4,68 cm (1 27/32 inci) dan berat masing-masing antara 390 gram sampai dengan 445 gram;
e. oven, yang dilengkapi dengan pengatur temperatur untuk memanasi sampai dengan 110°C ± 5°C;
f. alat bantu pan dan kuas.

Benda Uji

Benda uji dipersiapkan dengan cara sebagai berikut: 
a. gradasi dan berat benda uji sesuai Tabel 1;
b. bersihkan benda uji dan keringkan dalam oven pada temperatur 110°C ± 5°C sampai berat tetap.

Persiapan Benda Uji

Persiapan benda uji terdiri atas:
a. cuci dan keringkan agregat pada temperatur 110°C ± 5°C sampai berat tetap;
b. pisah-pisahkan agregat ke dalam fraksi-fraksi yang dikehendaki dengan cara penyaringan dan lakukan penimbangan;
c. gabungkan kembali fraksi-fraksi agregat sesuai grading yang dikehendaki;
d. catat berat contoh dengan ketelitian mendekati 1 gram.

Cara Pengujian

Pengujian dilaksanakan dengan cara sebagai berikut:
a. pengujian ketahanan agregat kasar terhadap keausan dapat dilakukan dengan salah satu dari 7 (tujuh) cara
b. benda uji dan bola baja dimasukkan ke dalam mesin abrasi Los Angeles;
c. putaran mesin dengan kecepatan 30 rpm sampai dengan 33 rpm; jumlah putaran gradasi A, gradasi B, gradasi C dan gradasi D adalah 500 putaran dan untuk gradasi E, gradasi F dan gradasi G adalah 1000 putaran;
d. setelah selesai pemutaran, keluarkan benda uji dari mesin kemudian saring dengan saringan No.12 (1,70 mm);  butiran yang tertahan di atasnya dicuci bersih, selanjutnya dikeringkan dalam oven pada temperatur 110°C ± 5°C sampai berat tetap;
e. jika material contoh uji homogen, pengujian cukup dilakukan dengan 100 putaran, dan setelah selesai pengujian disaring dengan saringan No.12 (1,70 mm) tanpa pencucian.
f. metode pada butir e) tidak berlaku untuk pengujian material dengan metode ASTM C535-96 yaitu Standard Test Method for Resistance to Degradation of Large-Size Coarse aggregate by Abrasion and impact in the Los Angeles Machine.

Laporan

Keausan dilaporkan sebagai hasil rata-rata dari dua pengujian yang dinyatakan sebagai bilangan bulat dalam persen

Download SNI 2417:2008 Cara Uji Keausan Agregat Dengan Mesin Abrasi Los Angeles

Untuk mengunduh file, silahkan Sobat Sipilgo tekan tulisan download yang berada dibawah ini secara Gratis alias cuma-cuma

Masukkan password dibawah ini untuk membuka File Winrar
Password Winrar : www.sipilgo.com
Jika tidak mengunduh secara otomatis, klik Unduh lagi. Dan jika linknya rusak, silahkan lapor melalui Kolom Komentar.
 Password winrar : www.sipilgo.com 

Apabila sobat Sipilgo ingin mengikuti atau berlangganan artikel dari kami silahkan mengunjungi di :

Telegram Instagram Youtube Facebook

Kesimpulan

SNI 2417:2008 cara uji keausan agregat dengan mesin abrasi los angeles, sebagai pegangan untuk menentukan ketahanan agregat kasar terhadap keausan dengan menggunakan mesin abrasi Los Angeles. Tujuannya untuk mengetahui angka keausan yang dinyatakan dengan perbandingan antara berat bahan aus terhadap berat semula dalam persen.

Post a Comment for "Uji Keausan Agregat Dengan Mesin Abrasi Los Angeles"