Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Uji Kuat Tekan Silinder Campuran Tanah Semen

SNI 6887:2012 Metode Uji Kuat Tekan Silinder Campuran Tanah Semen

Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang Metode uji kuat tekan silinder campuran tanah-semen adalah revisi dari SNI 03-6887-2002, Metode pengujian kuat tekan bebas campuran tanah-semen. Standar ini merupakan hasil adopsi dari ASTM Designation: D 1633 – 00, Standard Test Methods for Compressive Strength of Molded Soil-Cement Cylinders

Revisi dilakukan untuk memperbaiki dan menyempurnakan beberapa kekurangan yang terdapat pada SNI 03-6887-2002, terutama ketentuan benda uji, prosedur pembuatan, pengkondisian dan pembebanan benda uji

Uji-Kuat-Tekan-Silinder-Campuran-Tanah-Semen
Uji Kuat Tekan Silinder Campuran Tanah Semen

SNI 6887:2012 Metode Uji Kuat Tekan Silinder Campuran Tanah Semen
No. Urut
: 37
Bahasa : Bahasa Indonesia
Halaman : 20 Halaman
Format : Pdf
Sumber : Badan Standarisasi Nasional
Nomor : SNI 6887:2012
Sifat : GRATIS
 
Memuat…

Abstrak

Pengujian kuat tekan silinder campuran tanah-semen dimaksudkan untuk menentukan nilai kuat tekan campuran tanah-semen yang dipadatkan di dalam sebuah cetakan berbentuk silinder. Nilai kuat tekan yang diperoleh dapat digunakan sebagai salah satu parameter perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan stabilisasi tanah dengan semen

Standar ini digunakan sebagai acuan atau pegangan, terutama bagi teknisi laboratorium, dalam melakukan pengujian kuat tekan silinder campuran tanah-semen

Secara umum, standar ini meliputi ketentuan dan persyaratan peralatan, benda uji, cara uji (prosedur), perhitungan dan pelaporan. Standar ini dilengkapi pula dengan  formulir isian, lihat Lampiran D, contoh isian formulir, lihat Lampiran E dan Lampiran F

Ruang Lingkup

Standar ini mencakup metode atau cara menentukan kuat tekan campuran tanah-semen yang dipadatkan di dalam cetakan berbentuk silinder sebagai benda uji

Dalam standar ini ditetapkan dua metode uji, sebagai berikut:
Metode A
Menggunakan benda uji berbentuk silinder dengan diameter 101,6 mm dan tinggi 116,4 mm. Rasio tinggi terhadap diameter sama dengan 1,15. Metode ini dilakukan hanya untuk material yang mengandung butiran tertahan saringan 19,0 mm (3/4 inci) sebesar 30 % atau kurang, lihat Catatan 3

Metode B
Menggunakan benda uji berbentuk silinder dengan diameter 71,1 mm dan tinggi 142,2 mm. Rasio tinggi terhadap diameter sama dengan 2,00. Metode ini dilakukan untuk material lolos saringan 4,75 mm (No.4)

Standar ini tidak mencantumkan semua yang berkaitan dengan keselamatan kerja, bila ada menjadi tanggung jawab pengguna standar ini untuk menentukan keselamatan dan kesehatan serta menentukan aplikasi batasan-batasan regulasi/ketentuan sebelum digunakan

Acuan normatif

C 42 Test Method of Obtaining and Testing Drilled Cores and Sawed Beams of Concrete (SNI 03-2492-2002, Metode pengambilan dan pengujian beton inti)

D 559 Test Methods for Wetting-and- Drying Test of Compacted Soil-Cement Mixtures (SNI 03-6427-2000, Metode pengujian uji basah dan kering campuran tanah semen dipadatkan)

D 560 Test Method for Freezing-and-Thawing Tests of Compacted Soil-Cement Mixtures

D 653 Terminology Relating to Soil, Rock, and Contained Fluids

D 1632 Practice for making and Curing Soil-Cement Compression and Flexure Test Specimens in the Laboratory (SNI 03-6798-2002, Tata cara pembuatan dan perawatan benda uji kuat tekan dan lentur tanah semen di laboratorium) 

D 2216 Test Method for Laboratory Determination of Water (Moisture) Content of Soil and Rock by Mass (SNI 1965:2008, Cara uji penentuan kadar air untuk tanah dan batuan)

D 3740 Practice for the Minimum Requirements for Agencies Engaged in the Testing and/or Inspection of Soil and Rock Used in Engineering Design and Construction

D 4753 Spesification for Evaluating, Selecting, and Spesifying Balances and Scales for Use in Soil, Rock, and Construction Material Testing (SNI 03-6414-2002, Spesifikasi timbangan yang digunakan pada pengujian bahan)

D 6026 Practice for Using Significant Digits in Calculating and Reporting Geotechnical Test Data

E4 Practices for Load Verification of Testing Machine

Istilah dan Definisi

Beban maksimum adalah Beban yang terjadi pada saat benda uji kuat tekan silinder campuran tanah-semen runtuh

Kuat tekan adalah Tegangan yang terjadi pada saat benda uji kuat tekan silinder campuran tanah-semen runtuh. Dalam standar ini, kuat tekan ditentukan sebagai beban maksimum yang dicapai per luas penampang benda uji

Alat Uji Tekan

Alat uji tekan tersedia dari beberapa tipe yang mempunyai kapasitas dan alat pengontrol kecepatan pembebanan sesuai dengan butir 7.2. Alat ini harus sesuai dengan persyaratan pasal 15 dari ASTM E 4. 

Alat uji harus dilengkapi 2 blok landasan dari baja dengan permukaan yang keras, lihat Catatan 2. Salah satu landasan tersebut adalah blok penutup tempat dudukan bola baja yang menahan bagian atas benda uji, dan landasan yang lainnya berupa blok kaku dan datar tempat dudukan benda uji. 

Permukaan landasan paling kurang harus sama atau sedikit lebih besar dari permukaan benda uji. Apabila permukaan landasan masih baru, kerataan permukaan tidak boleh menyimpang lebih dari 0,013 mm pada setiap titik, dan permukaan landasan tersebut harus dipertahankan dalam batas variasi 0,02 mm. 

Pada blok penutup (dudukan bola baja), diameter bola baja tidak boleh jauh melebihi diameter benda uji dan pusat bola baja harus bertepatan dengan pusat permukaan blok penutup. Bagian yang dapat bergerak dari blok ini harus ditahan rapat pada dudukan bola, tetapi desain harus sedemikian sehingga permukaan blok penutup dapat diputar secara bebas dan dimiringkan dengan sudut yang kecil pada setiap arah.

Benda Uji

Metode A  
Benda uji dengan diameter 101,6 mm dan tinggi 116,4 mm, dicetak sesuai dengan SNI 03-6427-2000 (ASTM D 559)

Metode B
Benda uji dengan diameter 71,1 mm dan tinggi 142,2 mm, dicetak sesuai dengan SNI 03-6798-2002 (ASTM D 1632)

Benda uji dirawat dengan kelembaban sesuai dengan SNI 03-6798-2002 (ASTM D 1632).
Setelah periode perawatan, benda uji direndam di dalam air selama 4 jam

Apabila memungkinkan, setelah benda uji dikeluarkan dari dalam air segera dilakukan pengujian kuat tekan, tetapi bila tidak memungkinkan, benda uji tersebut harus dijaga kelembabannya dengan cara dibungkus dengan kain basah

Kerataan permukaan benda uji diperiksa dengan alat perata. Jika perlu,  permukaan benda uji diratakan agar sesuai dengan persyaratan SNI 03-6798-2002 (ASTM D 1632)

Prosedur

Pasang benda uji pada blok landasan (dudukan benda uji), dan diatur sedemikian sehingga sumbu vertikal benda uji lurus dengan pusat dorongan blok penutup. Blok penutup diturunkan untuk menahan benda uji, putar bagian yang bisa digerakkan dengan hati-hati menggunakan tangan sehingga diperoleh dudukan yang rata (seragam)

Lakukan pembebanan secara terus menerus (konstan) dan tanpa getaran dengan kecepatan sekitar 1 mm/menit (0,05 inci/menit) apabila alat uji menggunakan tenaga putar (engkol). Dengan mesin hidrolis, atur pembebanan sampai kecepatan konstan dalam batasan (150 ± 50) kPa/detik, tergantung pada kekuatan benda uji. Catat beban pada saat benda uji runtuh, dinyatakan dalam kN

Pelaporan

Laporan hasil pengujian terdiri dari:
a. Identifikasi contoh (antara lain: nomor contoh, nama proyek atau pekerjaan, lokasi contoh tanah, nomor dan jenis contoh tanah)
b. Diameter (D) dan tinggi (H) benda uji, dinyatakan dalam mm
c. Luas penampang benda uji (A), dinyatakan dalam mm2 atau m2
d. Beban maksimum (P), dinyatakan dalam kN
e. Faktor konversi rasio tinggi terhadap diameter (jika digunakan)
f. Kuat tekan dihitung sampai 50 kN/m2 (50 kPa) terdekat  
g. Umur perawatan benda uji
h. Periode perawatan, pengondisian secara rinci, dan kadar air sesuai dengan SNI 1965:2008 (ASTM D 2216) pada waktu pengujian.  

Ketelitian dan Penyimpangan

Ketelitian dan penyimpangan pada standar ini tidak ditetapkan melalui program pengujian antar laboratorium. Akan tetapi, berdasarkan data pengujian yang tersedia, berikut ini dapat dijadikan petunjuk terhadap variabilitas nilai kuat tekan

Pengujian telah dilakukan pada satu laboratorium terhadap 122 set benda uji duplikat yang dibuat dari 21 jenis material tanah yang berbeda. Perbedaan rata-rata kekuatan benda uji duplikat adalah 8,1 % dan perbedaan median (nilai tengah) adalah 6,2 %. Nilai-nilai tersebut dinyatakan sebagai persentase kekuatan rata-rata dari 2 benda uji

Download SNI 6887:2012 Metode Uji Kuat Tekan Silinder Campuran Tanah Semen

Untuk mengunduh file, silahkan Sobat Sipilgo tekan tulisan download yang berada dibawah ini secara Gratis alias cuma-cuma.

Masukkan password dibawah ini untuk membuka File Winrar
Password Winrar : www.sipilgo.com
Jika tidak mengunduh secara otomatis, klik Unduh lagi. Dan jika linknya rusak, silahkan lapor melalui Kolom Komentar.
 Password winrar : www.sipilgo.com 

Apabila sobat Sipilgo ingin mengikuti atau berlangganan artikel dari kami silahkan mengunjungi di :

Telegram Instagram Youtube Facebook

Kesimpulan

SNI 6887:2012 Metode uji kuat tekan silinder campuran tanah semen dimaksudkan untuk menentukan nilai kuat tekan campuran tanah-semen yang dipadatkan di dalam sebuah cetakan berbentuk silinder. Nilai kuat tekan yang diperoleh dapat digunakan sebagai salah satu parameter perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan stabilisasi tanah dengan semen

Post a Comment for "Uji Kuat Tekan Silinder Campuran Tanah Semen"