Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengujian Menentukan Tanah Ekspansif

SNI 03-6795-2002 Metode Pengujian Menentukan Tanah Ekspansif

SNI 03-6795-2002 metode pengujian menentukan tanah ekspansif untuk menentukan tanah yang ekspansif dan untuk memperkirakan besamya pengembangan.
Tanah ekspansif adalah tanah yang mempunyai sifat mengembang.
Overburden Pressure adalah tekanan yang timbul akibat berat tanah di atasnya.
Angka Pori Lapangan adalah persen kadar air lapangan dikalikan berat jenis dibagi persen kejenuhan.
Angka pori adalah persen kadar air dikalikan berat jenis dibagi persen kejenuhan

SNI 03-6795-2002 Pengujian Tanah Ekspansif
SNI 03 6795 2002 Pengujian Tanah Ekspansif

SNI 03-6795-2002 Metode Pengujian Menentukan Tanah Ekspansif
No. Urut
: 34
Bahasa : Bahasa Indonesia
Halaman : 10 Halaman
Format : Pdf
Sumber : Badan Standarisasi Nasional
Nomor : SNI 03-6795-2002
Sifat : GRATIS
 
Memuat…

Ruang Lingkup

Metode pengujian ini untuk menentukan tanah yang ekspansif dan untuk memperkirakan besamya pengembangan.

Potensi pengembangan dari tanah ekspansif dapat ditentukan dari batas cair, batas plastis dan uji hisap pada tanah asli, sedangkan besarnya pengembangan ditentukan dari pengujian dengan alat konsolidasi.

Batas cair dilakukan sesuai dengan SNI 03-1967-1990 tentang Metode Pengujian Batas Cair Dengan Alat Casagrande, Batas Plastis dilakukan sesuai dengan SNI 03-1966-1990 tentang Metode Pengujian Batas Plastis, sedangkan Indeks Plastis adalah Batas Cair dikurangi Batas Plastis. 

Peralatan dan Perlengkapan

Peralatan yang digunakan sesuai dengan SNI 03-2812-1992 tentang Metode Pengujian Konsolidasi Tanah satu Dimensi.

Prosedur Pengujian Menentukan Tanah Ekspansif

1. Persiapan

Lakukan persiapan, tahapan uji dan pcrhitungan scbagai berikut:
a. Kerjakan persiapan uji untuk kalibrasi peralatan. sesuai dengan SNI 03-2812-1992
b. Kerjakan persiapan uji untuk pemeriksaan peralatan sesuai dengan SNI 03-2812-1992
c. Ukur, cetak dan timbang benda uji sesuai dcngan SNI 03-2812-1992
d. Pasang cincin cetak dan sel konsolidasi sesuai dengan SNI 03- 2812-1992
e. Pasang rangka pembebanan sesuai dengan SNI 03-2812-1992
f. Pasang Arloji ukur gerak vertikal sesuai dengan SNI 03-2812- 1992
g. Jenuhkan benda uji dengan cara mengisi sel konsolidasi hingga benda uji dan batu pori terendam seluruhnya
i. Turunkan pembebanan dengan urutan sesuai dengan prosedur SNI 03-2812-1992 tentang Metode Pengujian Konsolidasi Satu Dimensi

2. Cara Pengujian

a. Uji pengembangan pada tekanan tanah tertutup.

Metode I
- Bebani tanah yang akan diuji sebesar tekanan tanah penutup dan tempatkan arloji ukur pada tempatnya
- Jaga kadar air contoh tersebut agar tidak berubah, setelah tinggi contoh mencapai keseimbangan seperti terbaca pada arloji ukur (titik 2), selanjutnya lepaskan beban pada butir
- Lakukan uji konsolidasi satu dimensi sesuai dengan SNI 03-2812-1992
- Tentukan maksimum potensi pcngembangan dari ekstrapolasi kurva-pengembangan titik 3 dan titik 3, dan memotong pada garis angka pori lapangan

Metode II
Metode ini dipilih apabila penentuan langsung kurva pengembangan sulit dikarenakan tekanan tanah penutup sangat kecil. Metode ini digunakan setelah melakukan percobaan beberapa kali dari Metode I dan diperoleh bahwa kemiringan kurva-pcngurangan (titik 5 dan titik 6) sama persis dengan kemiringan kurva-pengembangan (titik 2 dan titik 3)

Kurva normal konsolidasi dan kurva pengurangan memberikan hasil kurva yang sesuai, dan dimengerti bahwa kemiringan kurva pengurangan adalah sama persis dengan kurva pengembangan

a. Lakukan uji dengan Metode 1 beberapa kali sampai diyakini bahwa kemiringan kurva pengerangan sama persis dengan kemiringan kurva pengembangan
b. Lakukan uji normal konsolidasi sampai diperoleh kurva pengurangan yang sesuai
c. Gambarkan kurva pengembangan dengan tarik kurva melalui titik 2 sejajar kurva pengurangan
d. Potongkan kurva ini dengan angka pori lapangan, dan tentukan titid NVC. Titik NVC adalah besamya maksimum pengernbangan

b. Uji Potensi Kembang Vertikal (PVR)
- Siapkan semua Japisan contoh yang ada kadar airnya dan kelembabannya dijaga
- Tentukan kepadatan basah dari hasil pemboran inti
- Tentukan pada setiap lapisan tanah nilai LI, PI dan % lewat #No. 40 yang mewakili, dan buat Tabel dari muka tanah sampai kedalaman tertentu seperti terlampir
- Tentukan kondisi Japisan : basah, kering atau rata-rata
Pada kondisi kering yaitu kadar air minimal, dimana kondisi susut sedikit saja telah mengakibatkan perubahan volume yang besar. Kadar air = 0.2 LL+9

Laporan

Hasil uji dilaporkan dalam bentuk: formulir seperti dapat dilihat dalam lampiran B, yang antara lain memuat
a. Identifikasi laboratorium penguji yang mencantumkan antara lain : nama, alamat, sertifikat, akreditasi laboratorium yang bersangkutan

b. ldentifikasi klien yang mencantumkan nama dan alamat

c. ldentifikasi contoh uji yang memuat nama proyek, lokasi, tanggal dan waktu pengujian, nama penguji, nama pengawas serta nama penanggung jawab hasil uji; nomor lubang bor/sumur uji, kedalaman, elevasi jenis contoh (tak terganggu, terganggu) pemerian jenis tanah

d. Metode pengujian yang dilakukan.

Download SNI 03-6795-2002 Metode Pengujian Menentukan Tanah Ekspansif

Untuk mengunduh file, silahkan Sobat Sipilgo tekan tulisan download yang berada dibawah ini secara Gratis alias cuma-cuma.

Masukkan password dibawah ini untuk membuka File Winrar
Password Winrar : www.sipilgo.com
Jika tidak mengunduh secara otomatis, klik Unduh lagi. Dan jika linknya rusak, silahkan lapor melalui Kolom Komentar.
 Password winrar : www.sipilgo.com 

Apabila sobat Sipilgo ingin mengikuti atau berlangganan artikel dari kami silahkan mengunjungi di :

Telegram Instagram Youtube Facebook

Kesimpulan

SNI 03-6795-2002 metode pengujian menentukan tanah ekspansif untuk menentukan tanah yang ekspansif dan untuk memperkirakan besamya pengembangan.

Post a Comment for "Pengujian Menentukan Tanah Ekspansif"