Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Penghamparan Dan Pemadatan Aspal| Sipilgo

Penghamparan-Dan-Pemadatan-Aspal
Penghamparan Dan Pemadatan Aspal

Dalam pekerjaan campuran beraspal panas, penghamparan dan pemadatan merupakan salah satu langkah pekerjaan yang memegang peranan penting dan menentukan. Penghamparan yang tidak baik dapat menyebabkan tekstur permukaan buruk, kerataan tidak baik, dan ketebalan lapisan kurang. Bagaimana langkah langkahnya? Silahkan simak artikel ini sampai selesai.

Memuat…

Persiapan Sebelum Penghamparan

Persiapan sebelum penghamparan dikategorikan menjadi 2 tahapan yaitu :

1. Kesiapan permukaan

Penghamparan di atas lapis pondasi agregat harus memperhatikan kesiapan permukaan seperti kepadatan, kerataan, tekstur, kadar air permukaan dan lainnya. 

Sebelum penghamparan harus dilakukan pemasangan lapis resap pengikat (prime coats) atau lapis perekat (tack coats) pada permukaan perkerasan yang telah siap dengan kualitas dan kuantitas seperti yang disyaratkan.

2. Pemasangan lapis resap pengikat dan lapis perekat

Lapis resap pengikat (prime coats) adalah lapisan ikat yang diletakkan di atas lapis pondasi agregat, sedangkan lapis perekat (tack coats) diletakkan di atas lapis beraspal atau lapis beton semen. Pemasangan lapis resap pengikat atau lapis perekat dilaksanakan setelah permukaaan lama dibersihkan dengan compressor udara atau sikat mekanis sehingga mosaik atau tekstur perkerasan lama terlihat jelas. Tidak diijinkan adanya kotoran atau gumpalan lempung.

a. Lapis resap pengikat (prime coats) 

Kegunaan dari lapis resap pengikat (prime coats)  adalah untuk :
- Memberi daya ikat antara lapis pondasi agregat dengan campuran beraspal
- Mencegah lepasnya butiran lapis pondasi agregat jika dilewati kendaraan (sebelum dilapis dengan campuran beraspal)
- Menjaga  lapis pondasi agregat dari pengaruh cuaca, khususnya hujan. Sehingga air tidak masuk ke dalam lapis pondasi agregat yang jika terjadi dapat menyebabkan kerusakan struktur.

b. Lapis perekat (tack coats)

Lapis perekat mempunyai kegunaan memberi daya ikat antara lapis lama dengan baru, dan dipasang pada permukaan beraspal atau beton semen yang kering dan bersih. Jika daya ikat yang  dihasilkan tidak baik, akan menyebabkan terjadinya pergeseran atau slip. Lapis beraspal yang baru akan menjadi sungkur (shoved) searah pergerakan lalu-lintas, terutama pada daerah-daerah tanjakan/turunan atau lokasi-lokasi perlambatan/percepatan.

c. Pemasangan dengan aspal distributor-batang penyemprot

Untuk memperoleh hasil  yang merata sebaiknya pemasangan lapis resap pengikat dan lapis perekat menggunakan asphalt distributor-batang penyemprot. Aspal distributor adalah truk atau kendaraan lain yang dilengkapi dengan tangki aspal, pompa, dan batang penyemprot.

Penghamparan Campuran Beraspal

Setelah permukaan perkerasan siap, langkah selanjutnya adalah penghamparan campuran beraspal. Tujuan utama dari penghamparan adalah untuk meletakkan campuran beraspal pada perkerasan lama dengan lebar, elevasi, kemiringan melintang, dan ketebalan yang sesuai dengan rencana dan menghasilkan tekstur yang seragam, tidak bergeser atau beralur. Untuk tujuan tersebut harus digunakan alat penghampar mekanis bermesin atau yang umum dikenal sebagai Ashpalt Finisher.

Alat penghampar mekanis bermesin (finisher) dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu jenis yang menggunakan roda karet dan jenis yang menggunakan roda rantai baja (track/crawler). Kedua jenis ini pada dasarnya mempunyai fungsi yang sama dalam operasi penghamparan. Ashpalt Finisher memiliki fungsi dapat mengatur ketebalan, kemiringan melintang jalan dan dapat mengatur lebar penghamparan aspal.

Dalam pelaksanaan penghamparan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan meliputi pengawasan temperatur, pengawasan tampak permukaan, pengawasan geometri dan sambungan. 

Sambungan pada pekerjaan campuran beraspal dapat dipisahkan menjadi dua, yaitu sambungan melintang dan sambungan memanjang. Sambungan melintang adalah sambungan yang dibuat melintang perkerasan jalan dan sambungan memanjang adalah sambungan searah perkerasan jalan (searah lalu-lintas). 

Pemeriksaan penghamparan dilakukan untuk memeriksa
- Temperatur
- Tekstur permukaan
- Kerataan permukaan
- Ketebalan
- Kemiringan melintang dan memanjang
- Sambungan melintang dan memanjang 

Jenis Jenis Penghamparan Beraspal
a. Penghamparan di atas lapis pondasi agregat
b. Penghamparan di atas lapis beraspal
c. Penghamparan di atas lapis beton semen

Pemadatan Campuran Beraspal

Pemadatan campuran beraspal adalah proses pemampatan dan pengurangan volume campuran beraspal. Pemadatan mengurangi rongga udara dan meningkatkan berat isi campuran. Hasil dari pemadatan adalah campuran beraspal yang mempunyai ikatan dan tahanan geser antar butir yang baik.

Tujuan dari pemadatan

Tujuan dari pemadatan yaitu untuk memperoleh kekuatan dan stabilitas campuran, dan yang kedua dengan rongga udara yang sesuai maka campuran beraspal menjadi relatif kedap terhadap air dan udara. Sifat kedap tersebut dapat mencegah penuaan aspal akibat oksidasi dan mencegah masuknya air kelapis pondasi agregat

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemadatan campuran beraspal, yaitu :
a. Karakteristik campuran
Kemudahan pemadatan campuran beraspal dipengaruhi oleh agregat yang digunakan dan gradasi campuran.  Bentuk agregat yang angular (bersudut) akan lebih susah dipadatkan dibandingkan dengan bentuk agregat yang bulat. 

b. Pengaruh lingkungan
Penurunan temperatur campuran akan menyebabkan diperlukannya usaha pemadatan yang lebih cepat dan kemungkinan kepadatannya tidak tercapai karena temperatur campuran sudah dingin. Kecepatan penurunan temperatur campuran dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, seperti temperatur udara, kecepatan angin, kelembaban dan temperatur perkerasan di bawahnya.

c. Ketebalan hamparan
Ketebalan hamparan merupakan faktor yang penting dan menentukan kemudahan pemadatan. Umumnya kepadatan campuran beraspal lebih mudah dicapai pada campuran dengan ketebalan yang lebih tipis. Hal ini terjadi karena penurunan temperatur untuk mencapai temperatur pemadatan pada campuran yang lebih tebal memerlukan waktu yang lebih lama.

d. jenis alat pemadat yang digunakan.
Jenis alat pemadat mempunyai pengaruh yang besar dalam mencapai kepadatan yang diinginkan.

Tahapan pemadatan

Tahapan pemadatan umumnya dibagi menjadi tiga, yaitu :
a. Pemadatan awal (breakdown rolling)
Pemadatan awal adalah pemadatan yang dilakukan setelah penghamparan pada selang temperatur yang disyaratkan. Pemadatan ini lebih banyak berfungsi memberi pemadatan awal agar campuran beraspal menjadi relatif stabil (diam) untuk dilewati pamadat berikutnya. Pemadatan awal dapat dilakukan dengan mesin gilas roda baja statis atau bergetar.

b. Pemadatan antara (intermediate rolling)
Pemadatan antara merupakan pemadatan utama yang berfungsi untuk mencapai kepadatan yang diinginkan, dengan jumlah lintasan dan selang temperatur campuran beraspal yang tertentu. Pemadatan antara harus segera dilaksanakan setelah pemadatan awal selesai. Pemadatan antara umumnya dilakukan dengan alat pemadat ban karet pneumatik.

c. Pemadatan akhir (finish rolling)
Pemadatan terakhir atau pemadatan penyelesaian yang dilakukan untuk meningkatkan penampakan permukaan dan dilakukan pada selang temperatur tertentu. Pemadatan akhir umumnya dilakukan dengan alat pemadat mesin gilas roda baja statis.

Kesimpulan

Dalam pekerjaan campuran beraspal panas, penghamparan dan pemadatan merupakan salah satu langkah pekerjaan yang memegang peranan penting dan menentukan. Untuk mencapai hasil pekerjaan penghamparan dan pemadatan yang memenuhi persyaratan perlu dipahami teknologi mengenai penghamparan dan pemadatan campuran beraspal.

Apabila sobat Sipilgo ingin mengikuti atau berlangganan artikel dari kami silahkan mengunjungi di :

Telegram Instagram Youtube Facebook

Sekian artikel yang berisi tentang Penghamparan Dan Pemadatan Aspal, semoga bisa bermanfaat. Jangan lupa untuk selalu berbagi satu kebaikan dengan cara share atau bagikan artikel ini ke teman-teman di sosial media, terimakasih.

Post a Comment for "Penghamparan Dan Pemadatan Aspal| Sipilgo"