Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pembuatan Job Mix Formula (JMF) Aspal| Sipilgo

Pembuatan-Job-Mix-Formula-(JMF)-Aspal
Pembuatan Job Mix Formula (JMF) Aspal

Halo Sobat Sipilgo!!! bagaimana kabar kalian hari ini? Saya doakan semoga kalian diberikan kekuatan sehat umur panjang, dimudahkan rejeki dan urusannya.
Amin allahumma amin. 

Pada kesempatan kali ini sipilgo akan menyajikan artikel tentang Pembuatan Job Mix Formula (JMF). Apa yang dimaksud Job Mix Formula (JMF) aspal dan bagaimana pembuatan Job Mix Formula (JMF) aspal, silahkan simak artikel ini sampai akhir. 

Memuat…

Pengertian Job Mix Formula (JMF) Aspal

Job Mix Formula (JMF) Aspal adalah suatu proses merancang, memilih bahan dan menetapkan komposisi campuran aspal sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan. Campuran beraspal panas terdiri atas kombinasi agregat, bahan pengisi (bila diperlukan) dan aspal yang dicampur secara panas pada temperatur tertentu. 

Komposisi bahan dalam campuran beraspal panas terlebih dahulu harus direncanakan sehingga setelah terpasang diperoleh perkerasan beraspal yang memenuhi kriteria :
a. Stabilitas yang cukup. Lapisan beraspal harus mampu mendukung beban lalu-lintas yang melewatinya tanpa mengalami deformasi permanen dan deformasi plastis selama umur rencana.

b. Durabilitas yang cukup. Lapisan beraspal mempunyai keawetan yang cukup akibat pengaruh cuaca dan beban lalu-lintas. 

c. Kelenturan yang cukup. Lapisan beraspal harus mampu menahan lendutan akibat beban lalu-lintas tanpa mengalami retak.

d. Cukup kedap air. Lapisan beraspal cukup kedap air sehingga tidak ada rembesan air yang masuk ke lapis pondasi di bawahnya. 

e. Kekesatan yang cukup. Kekesatan permukaan lapisan beraspal berhubungan erat dengan keselamatan pengguna jalan.

f. Ketahanan terhadap retak lelah (fatique). Lapisan beraspal harus mampu menahan beban berulang dari beban lalu-lintas selama umur rencana.

g. Kemudahan kerja. Campuran beraspal harus mudah dilaksanakan, mudah dihamparkan dan dipadatkan.

Untuk dapat memenuhi ketujuh kriteria tersebut, maka sebelum pekerjaan campuran beraspal dilaksanakan, perlu terlebih dahulu dibuat Job Mix Formula (JMF)

Tahapan Pembuatan Job Mix Formula (JMF) Aspal

Tahap-tahap pembuatan Job Mix Formula (JMF) adalah sebagai berikut
a. Evaluasi jenis campuran beraspal yang digunakan
b. Melakukan pengujian mutu aspal dan agregat dari tempat penyimpanan (stockpile)
c. Melakukan penyiapan peralatan laboratorium
d. Pembuatan Job Mix Design (JMD) berdasarkan material dari stock pile atau bin dingin (cold bin)
e. Melakukan kalibrasi bukaan pintu bin dingin dan menentukan besarnya bukaan sesuai dengan proporsi yang telah diperoleh.
f. Melakukan pengambilan contoh agregat dari masing-masing bin panas dan selanjutnya melakukan pengujian gradasi agregat.
g. Pembuatan Job Mix Design (JMD) berdasarkan material dari bin panas (hot bin).
h. Melakukan percobaan pencampuran di unit pencampur aspal (AMP) dan mengevaluasinya.
i. Melakukan percobaan pemadatan di lapangan dan membandingkannya dengan kepadatan laboratorium serta mengevaluasinya.
j. Jika semua tahapan telah dilaksanakan dan telah memenuhi semua persyaratan, maka formula akhir tersebut disebut Job Mix Formula (JMF). Jika ada salah satu  persyaratan yang tidak terpenuhi maka langkah-langkah tersebut harus diulang.

Jenis Campuran Beraspal Job Mix Formula (JMF) Aspal

Dalam spesifikasi terdapat beberapa jenis campuran beraspal, yaitu Latasir (lapis Tipis Aspal Pasir), lataston (Lapis Tipis Aspal Beton) dan Laston (Lapis Aspal Beton), dalam perencanaan campuran kerja harus disesuaikan dengan kebutuhan dari perkerasan yang akan dipasang di lapangan. 

a. Lapis tipis aspal pasir (Latasir, HRSS) kelas A dan B

Campuran ini dimaksudkan untuk jalan dengan lalu-lintas ringan, terutama di daerah daerah dimana batu pecah sulit diperoleh, biasa digunakan untuk lapis permukaan. Pemilihan Latasir kelas A atau B tergantung pada gradasi pasir yang digunakan. 

b. Lapis tipis aspal beton (Lataston, HRS) 

Lataston mempunyai persyaratan kekuatan yang sama dengan tipikal yang disyaratkan untuk aspal beton konvensional (Asphalt Concrete, AC) yang tidak bergradasi menerus.Terdapat dua jenis campuran Lataston yaitu untuk lapis permukaan (HRS-Wearing Course) dan Lataston untuk lapis pondasi (HRS-base).

c. Lapis beton aspal (Laston, AC)

Laston (AC) yang umum dikenal terdiri dari tiga macam, yaitu AC-base, AC-BC, dan AC-WC. Campuran laston lebih peka terhadap variasi kadar aspal dan variasi gradasi agregat dibandingkan dengan campuran untuk Lataston. Laston dapat digunakan untuk Lapis permukaan, lapis antara dan lapisan pondasi pada jalan dengan lalu-lintas ringan sampai lalu-lintas berat.

Percobaan Pencampuran (Trial Mix) 

Dengan menggunakan proporsi yang telah diperoleh dari campuran rencana, baik dari  pengaturan pasokan agregat dingin dari bin dingin maupun agregat panas dari bin panas perlu dilakukan percobaan pencampuran untuk mengetahui kinerja AMP. Yang perlu diperhatikan pada saat proses pencampuran adalah lamanya waktu pencampuran, karena apabila lamanya waktu pencampuran dalam pencampur (mixer/pugmill) bertambah, maka akan menyebabkan akan menyebabkan derajat penuaan aspal (oksidasi) akan bertambah pula.

Temperatur pencampuran yang tinggi akan menambah derajat pengerasan dari aspal keras, sehingga campuran akan lebih kaku dibandingkan dengan hasil pencampuran di laboratorium dengan material yang sama. 

Campuran beraspal hasil dari percobaan pencampuran diuji dengan metode Marshall di laboratorium dan dibandingkan dengan hasil yang diperoleh pada campuran rencana. Beberapa hasil yang direkomendasikan dari percobaan pencampuran adalah kapasitas satu kali mencampur, lama waktu pencampuran, temperatur pencampuran, penyelimutan aspal, kehomogenan campuran dan kemudahan kerja.

Percobaan Pemadatan di Lapangan

Percobaan campuran di unit pencampur aspal/ Asphalt Mixing Plant (AMP) dan percobaan penghamparan di lapangan akan dijadikan bahan evaluasi untuk mempertimbangkan disetujuinya formula campuran rencana/ Job Mix Design (JMD) menjadi formula campuran kerja/ Job Mix Formula (JMF). 

Percobaan penghamparan dan pemadatan paling sedikit 50 ton campuran untuk setiap jenis campuran dengan menggunakan produksi, penghamparan, peralatan dan prosedur pemadatan yang diusulkan. 

Pelaksanaan dilakukan diluar lokasi proyek. Pelaksana harus dapat menunjukkan bahwa alat penghampar (finisher) mampu menghampar bahan sesuai dengan tebal yang disyaratkan tanpa segregasi, tergores, dan sebagainya. Kombinasi penggilas yang diusulkan mampu mencapai kepadatan yang disyaratkan dengan waktu yang tersedia. 

Contoh campuran beraspal harus dibawa ke laboratorium dan digunakan untuk membuat benda uji Marshall maupun untuk pemadataan kepadatan mutlak (refusal density). Hasil pengujian ini harus dibandingkan dengan persyaratan. 

Contoh inti (core drill) harus dilakukan untuk mengetahui derajat kepadatan lapangan untuk masing-masing variasi jumlah lintasan pemadatan. Bilamana percobaan tersebut gagal memenuhi spesifikasi pada salah satu ketentuannya maka perlu dilakukan penyesuaian dan percobaan harus diulang kernbali. 

Penerapan Job Mix Formula (JMF) dan dan toleransi yang diijinkan adalah sebagai berikut:
a. Seluruh campuran yang dihampar dalam pekerajaan harus sesuai dengan Job Mix Formula (JMF) dalam batas rentang toleransi yang disyaratkan.

b. Setiap hari direksi akan mengambil benda uji baik bahan maupun campurannya seperti yang digariskan dalam spesifikasi campuran beraspal panas  atau benda uji tambahan yang dianggap perlu untuk pemerik¬saan keseragaman campuran. Setiap bahan yang gagal memenuhi batas batas yang diperoleh dari Job Mix Formula (JMF) dan Toleransi yang diijinkan harus ditolak.

c. Bilamana setiap bahan pokok memenuhi batas batas yang diperoleh dari Job Mix Formula (JMF) dan toleransi yang diijinkan, tetapi menunjukkan perubahan yang konsisten dan sangat berarti atau perbedaan yang tidak dapat diterima atau jika sumber setiap bahan berubah, maka harus dibuat Job Mix Formula (JMF) yang baru.

d. Batas batas absolut yang ditentukan oleh Job Mix Formula (JMF) maupun toleransi yang diijinkan menunjukkan bahwa pelaksana harus bekerja dalam batas batas yang digariskan pada setiap saat.

Kesimpulan

Campuran beraspal panas terdiri atas kombinasi  agregat, bahan pengisi (bila diperlukan) dan aspal  yang dicampur secara panas pada temperatur tertentu. Komposisi bahan dalam campuran beraspal panas terlebih dahulu harus direncanakan sehingga setelah terpasang diperoleh perkerasan beraspal yang memenuhi kriteria. Untuk dapat memenuhi kriteria tersebut, maka dibuat Job Mix Formula (JMF). Jika ada salah satu persyaratan yang tidak terpenuhi maka langkah-langkah tersebut harus diulang.

Apabila sobat Sipilgo ingin mengikuti atau berlangganan artikel dari kami silahkan mengunjungi di :

Telegram Instagram Youtube Facebook

Sekian artikel yang berisi tentang Pembuatan Job Mix Formula (JMF), semoga bisa bermanfaat. Jangan lupa untuk selalu berbagi satu kebaikan dengan cara share atau bagikan artikel ini ke teman-teman di sosial media, terimakasih. 

Post a Comment for "Pembuatan Job Mix Formula (JMF) Aspal| Sipilgo"